Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks eksplanasi menempati posisi penting karena berfungsi menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena secara logis dan sistematis. Fenomena yang dibahas dapat berkaitan dengan alam, sosial, budaya, maupun ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap struktur teks eksplanasi yang benar menjadi dasar utama agar pembaca tidak hanya mengetahui “apa yang terjadi”, tetapi juga “mengapa dan bagaimana hal tersebut terjadi”.
Banyak peserta didik mampu menulis teks eksplanasi secara umum, namun masih kesulitan menyusun isinya secara runtut sesuai struktur yang tepat. Akibatnya, informasi yang disampaikan menjadi kurang jelas dan tujuan teks tidak tercapai secara maksimal. Artikel ini membahas secara mendalam struktur teks eksplanasi, fungsi setiap bagiannya, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan.

Konsep Dasar Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah jenis teks yang bertujuan menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena secara objektif dan faktual. Teks ini disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat atau urutan kronologis, sehingga pembaca dapat memahami peristiwa tersebut secara logis.
Berbeda dengan teks narasi atau deskripsi yang menekankan alur cerita atau gambaran objek, teks eksplanasi lebih berfokus pada proses dan mekanisme. Oleh karena itu, penyusunannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus mengikuti struktur yang jelas agar alur penjelasan mudah dipahami.
Pengertian Struktur Teks Eksplanasi
Struktur teks eksplanasi adalah kerangka penyusunan teks yang membagi isi ke dalam beberapa bagian utama sesuai fungsinya. Struktur ini berperan sebagai pemandu agar penjelasan tersusun runtut, saling berkaitan, dan tidak melompat-lompat.
Secara umum, struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi atau penutup. Ketiga bagian tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun keutuhan teks.
Bagian-Bagian Struktur Teks Eksplanasi
Pernyataan Umum
Pernyataan umum merupakan bagian awal teks eksplanasi. Pada bagian ini, penulis memperkenalkan fenomena yang akan dibahas secara umum tanpa masuk ke detail proses. Tujuannya adalah memberikan gambaran awal kepada pembaca mengenai topik yang akan dijelaskan.
Pernyataan umum biasanya memuat definisi, klasifikasi, atau konteks awal fenomena. Misalnya, ketika membahas banjir, penulis terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan banjir dan dalam kondisi apa peristiwa tersebut terjadi. Dengan demikian, pembaca memiliki pemahaman dasar sebelum masuk ke penjelasan yang lebih rinci.
Deretan Penjelas
Deretan penjelas merupakan inti dari teks eksplanasi. Pada bagian ini, penulis menguraikan proses terjadinya fenomena secara rinci dan sistematis. Penjelasan dapat disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat, tahapan proses, atau kronologi peristiwa.
Bagian ini biasanya terdiri dari beberapa paragraf yang saling berkaitan. Setiap paragraf menjelaskan satu aspek atau satu tahapan proses. Kejelasan dan ketepatan informasi sangat penting karena deretan penjelas berfungsi sebagai sumber utama pemahaman pembaca terhadap fenomena yang dibahas.
Interpretasi atau Penutup
Interpretasi adalah bagian akhir teks eksplanasi yang berfungsi memberikan simpulan, pandangan umum, atau refleksi terhadap fenomena yang telah dijelaskan. Bagian ini tidak selalu bersifat opini, tetapi dapat berupa rangkuman makna atau dampak dari peristiwa tersebut.
Meskipun bersifat penutup, interpretasi tetap harus disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta. Dengan adanya interpretasi, teks eksplanasi menjadi lebih utuh karena tidak berhenti pada penjelasan proses, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh kepada pembaca.
Contoh Penerapan Struktur Teks Eksplanasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, struktur teks eksplanasi sering digunakan tanpa disadari. Misalnya, ketika seseorang menjelaskan kepada temannya tentang penyebab listrik padam di suatu daerah. Penjelasan tersebut biasanya diawali dengan gambaran umum mengenai pemadaman listrik, dilanjutkan dengan penjelasan penyebab dan proses terjadinya gangguan, lalu diakhiri dengan kesimpulan atau harapan agar masalah segera teratasi.
Contoh lain dapat ditemukan dalam artikel sains populer, berita lingkungan, atau materi pembelajaran di sekolah. Semua teks tersebut umumnya mengikuti struktur teks eksplanasi agar informasi yang disampaikan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang.
Pentingnya Memahami Struktur Teks Eksplanasi
Pemahaman yang baik terhadap struktur teks eksplanasi membantu pembaca dan penulis dalam menyampaikan informasi secara efektif. Bagi pembaca, struktur yang jelas memudahkan proses memahami informasi kompleks. Sementara itu, bagi penulis, struktur berfungsi sebagai panduan agar ide-ide tersusun rapi dan tidak tumpang tindih.
Dalam konteks pendidikan, penguasaan struktur teks eksplanasi juga melatih kemampuan berpikir logis dan kritis. Peserta didik belajar menghubungkan sebab dan akibat serta menyusun penjelasan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
KESIMPULAN
Struktur teks eksplanasi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Pernyataan umum berfungsi sebagai pengantar fenomena, deretan penjelas menjadi inti yang menguraikan proses secara rinci, sedangkan interpretasi menutup teks dengan rangkuman atau pandangan umum.
Dengan memahami struktur teks eksplanasi dan penjelasan tiap bagiannya, pembaca maupun penulis dapat menyampaikan dan menerima informasi secara lebih sistematis, logis, dan bermakna. Pemahaman ini sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia maupun dalam kehidupan sehari-hari yang sarat dengan berbagai fenomena yang perlu dijelaskan secara ilmiah dan objektif.
baca juga : Pengertian Teks Ekspansi Lengkap
FAQ
Urutan struktur teks eksplanasi yang tepat
Urutan struktur teks eksplanasi yang tepat dimulai dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan deretan penjelas, dan diakhiri dengan interpretasi. Urutan ini dirancang agar pembaca memperoleh pemahaman bertahap, dari gambaran umum hingga penjelasan rinci.
Jika urutan ini diubah atau tidak diikuti, teks eksplanasi cenderung menjadi sulit dipahami. Oleh karena itu, urutan struktur sangat berperan dalam menjaga alur logika dan kejelasan informasi yang disampaikan.
Bagian awal teks eksplanasi yaitu
Bagian awal teks eksplanasi adalah pernyataan umum. Bagian ini memperkenalkan topik atau fenomena yang akan dibahas secara singkat dan jelas tanpa detail teknis.
Melalui pernyataan umum, pembaca diarahkan untuk memahami konteks pembahasan sehingga siap menerima penjelasan yang lebih mendalam pada bagian selanjutnya.
Deretan penjelas pada teks eksplanasi terdapat pada bagian
Deretan penjelas terdapat pada bagian tengah teks eksplanasi. Bagian ini berisi uraian proses, sebab-akibat, atau tahapan terjadinya fenomena yang menjadi topik pembahasan.
Karena memuat penjelasan utama, deretan penjelas biasanya disusun dalam beberapa paragraf yang saling berkesinambungan dan didukung oleh fakta yang relevan.
Kesimpulan pada teks eksplanasi terdapat pada bagian
Kesimpulan dalam teks eksplanasi terdapat pada bagian interpretasi atau penutup. Pada bagian ini, penulis menyampaikan rangkuman atau makna dari fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya.
Kesimpulan tidak selalu berupa pendapat pribadi, melainkan penegasan kembali terhadap informasi utama agar pembaca memperoleh pemahaman yang utuh.
Bagian akhir dari sebuah teks eksplanasi disebut
Bagian akhir dari teks eksplanasi disebut interpretasi. Bagian ini berfungsi sebagai penutup yang menyatukan seluruh penjelasan dalam teks.
Interpretasi membantu pembaca memahami dampak atau makna umum dari fenomena yang dibahas tanpa keluar dari sifat objektif teks eksplanasi.
Inti dari teks eksplanasi terdapat pada bagian
Inti teks eksplanasi terdapat pada deretan penjelas. Bagian inilah yang menjawab pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” suatu peristiwa dapat terjadi.
Tanpa deretan penjelas yang jelas dan runtut, teks eksplanasi kehilangan fungsinya sebagai sarana penjelasan ilmiah terhadap suatu fenomena.
Sumber Rujukan Tepercaya
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – Buku Teks Bahasa Indonesia
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbud)
- Ensiklopedia Pendidikan Nasional