Pancasila tidak hanya dipahami sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sistem filsafat yang mencerminkan pandangan hidup bangsa Indonesia. Untuk memahami kedalaman maknanya, Pancasila perlu dikaji secara filosofis. Salah satu kajian penting dalam filsafat Pancasila adalah landasan ontologis, yaitu pembahasan mengenai hakikat atau dasar keberadaan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.
Pemahaman terhadap landasan ontologis Pancasila membantu masyarakat melihat bahwa Pancasila bukan sekadar rangkaian sila, melainkan refleksi dari realitas manusia Indonesia sebagai makhluk individu sekaligus sosial, religius, dan bermoral.

Pengertian Landasan Ontologis
Dalam filsafat, ontologi adalah cabang ilmu yang membahas tentang hakikat keberadaan atau “apa yang ada”. Landasan ontologis berarti dasar pemikiran mengenai hakikat sesuatu yang menjadi objek kajian.
Dalam konteks Pancasila, landasan ontologis mengkaji hakikat manusia dan realitas sosial yang melahirkan nilai-nilai Pancasila. Dengan kata lain, ontologi Pancasila menjawab pertanyaan: nilai-nilai Pancasila itu bersumber dari realitas apa?
Landasan Ontologis Pancasila
Hakikat Manusia sebagai Dasar Pancasila
Landasan ontologis Pancasila berangkat dari pandangan tentang manusia Indonesia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia dipahami memiliki dimensi jasmani dan rohani, individu dan sosial, serta makhluk moral yang memiliki tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungannya.
Pandangan ini tercermin dalam sila-sila Pancasila yang tidak memisahkan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, bangsa, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, Pancasila memiliki dasar ontologis yang kuat karena bertumpu pada realitas manusia yang utuh.
Pancasila sebagai Sistem Nilai
Secara ontologis, Pancasila dipahami sebagai suatu sistem nilai yang saling berkaitan. Nilai ketuhanan menjadi dasar bagi nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Tidak ada satu sila pun yang berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan sila lainnya.
Kesatuan nilai ini menunjukkan bahwa Pancasila mencerminkan realitas kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk namun tetap berlandaskan pada prinsip kebersamaan dan keseimbangan.
Baca Juga : Nilai-Nilai Pancasila dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
Sebagai sistem filsafat, Pancasila dapat dikaji melalui tiga aspek utama:
- Ontologis, yang membahas hakikat keberadaan nilai Pancasila.
- Epistemologis, yang mengkaji bagaimana nilai Pancasila diperoleh dan dipahami.
- Aksiologis, yang membahas nilai kegunaan Pancasila dalam kehidupan.
Landasan ontologis menjadi fondasi utama karena tanpa pemahaman hakikat manusia dan realitas sosial, nilai dan penerapan Pancasila akan kehilangan maknanya.
Kedudukan Ontologi dalam Filsafat Pancasila
Ontologi Pancasila menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila bersumber dari pengalaman historis dan budaya bangsa Indonesia. Nilai tersebut bukan hasil pemikiran abstrak semata, melainkan tumbuh dari realitas kehidupan masyarakat Nusantara yang religius, gotong royong, dan menjunjung keadilan.
Contoh Penerapan Landasan Ontologis Pancasila
Dalam Kehidupan Sosial
Pemahaman bahwa manusia adalah makhluk sosial dan bermartabat mendorong sikap saling menghormati perbedaan agama, suku, dan budaya. Hal ini merupakan wujud nyata dari landasan ontologis Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam Dunia Pendidikan
Pendidikan yang berlandaskan Pancasila tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter. Peserta didik dipandang sebagai manusia utuh yang perlu dikembangkan aspek moral, sosial, dan spiritualnya.
Dalam Kehidupan Berbangsa
Kebijakan publik yang berorientasi pada keadilan sosial mencerminkan pemahaman ontologis bahwa negara ada untuk memenuhi kebutuhan dasar seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
Kesimpulan
Landasan ontologis Pancasila menempatkan manusia sebagai pusat nilai, yaitu manusia Indonesia yang religius, bermoral, dan hidup dalam kebersamaan. Pancasila tidak lahir dari pemikiran abstrak, melainkan dari realitas kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk. Dengan memahami aspek ontologis ini, Pancasila dapat diterapkan secara lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, dan penyelenggaraan negara.
Sumber : https://jonedu.org/index.php/joe/article/download/4889/3847/
FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang dimaksud dengan landasan ontologis Pancasila?
Landasan ontologis Pancasila adalah kajian tentang hakikat keberadaan nilai-nilai Pancasila yang bersumber dari realitas manusia Indonesia. Kajian ini menekankan bahwa Pancasila lahir dari pandangan tentang manusia sebagai makhluk Tuhan, sosial, dan bermoral.
Pemahaman ini membantu melihat Pancasila sebagai refleksi kehidupan nyata bangsa Indonesia, bukan sekadar rumusan normatif dalam konstitusi.
Apa itu aksiologis Pancasila?
Aksiologis Pancasila berkaitan dengan nilai kegunaan dan tujuan penerapan Pancasila dalam kehidupan. Fokusnya adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam tindakan nyata.
Melalui kajian aksiologis, Pancasila dipahami sebagai pedoman etis dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya.
Apa yang dimaksud dengan dasar ontologi?
Dasar ontologi adalah pemikiran mengenai hakikat sesuatu yang menjadi objek kajian. Dalam filsafat, ontologi membahas apa yang benar-benar ada dan menjadi dasar realitas.
Dalam konteks Pancasila, dasar ontologi menelaah hakikat manusia dan masyarakat yang melahirkan nilai-nilai Pancasila.
Apa saja landasan Pancasila sebagai sistem filsafat?
Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan pemikiran.
Ketiga landasan ini memastikan bahwa Pancasila memiliki dasar hakikat, cara berpikir, dan tujuan nilai yang jelas.
Apa tujuan kajian ontologis filsafat Pancasila?
Tujuan kajian ontologis adalah memahami hakikat manusia dan realitas sosial yang menjadi dasar nilai Pancasila. Dengan kajian ini, Pancasila tidak dipahami secara dangkal.
Kajian ontologis juga membantu menjaga relevansi Pancasila dalam menghadapi perubahan zaman.
Apa yang dimaksud dengan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis?
Ketiga landasan ini merupakan kerangka filsafat. Ontologis membahas hakikat, epistemologis membahas sumber dan cara memperoleh pengetahuan, dan aksiologis membahas nilai serta kegunaan.
Dalam Pancasila, ketiganya membentuk dasar pemikiran yang utuh dan sistematis.
4 Landasan Pancasila apa saja?
Secara umum dikenal landasan filosofis, historis, sosiologis, dan yuridis. Landasan filosofis mencakup kajian ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Keempat landasan ini memperkuat kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.
Apa landasan aksiologis?
Landasan aksiologis adalah dasar nilai yang membahas tujuan dan manfaat suatu sistem nilai. Dalam Pancasila, aksiologi menekankan penerapan nilai untuk kesejahteraan dan keadilan sosial.
Landasan ini memastikan Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan.
Apa yang dimaksud dasar epistemologis sila-sila Pancasila?
Dasar epistemologis sila-sila Pancasila berkaitan dengan cara bangsa Indonesia memperoleh dan memahami nilai Pancasila. Nilai tersebut bersumber dari pengalaman sejarah, budaya, dan refleksi kolektif bangsa.
Dengan dasar epistemologis ini, Pancasila memiliki legitimasi sebagai hasil pemikiran bangsa sendiri.