Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks eksplanasi menjadi salah satu jenis teks penting yang sering digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena, baik alam, sosial, budaya, maupun ilmiah. Namun, tidak sedikit peserta didik maupun penulis pemula yang masih mengalami kesulitan dalam menyusunnya secara runtut dan sesuai kaidah bahasa. Kesulitan ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap struktur teks eksplanasi serta ciri kebahasaannya.
Oleh karena itu, memahami cara menulis teks eksplanasi sesuai struktur dan kaidah bahasa bukan hanya penting untuk kebutuhan akademik, tetapi juga melatih kemampuan berpikir logis, sistematis, dan objektif. Artikel ini disusun untuk membantu pembaca memahami konsep, tahapan, dan penerapan penulisan teks eksplanasi secara mendalam dan aplikatif.

Penjelasan Konsep Utama Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang bertujuan menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa atau fenomena dapat terjadi. Fokus utama teks ini bukan untuk membujuk atau menghibur, melainkan memberikan penjelasan berdasarkan hubungan sebab-akibat dan proses yang logis.
Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi dapat berupa:
- Fenomena alam (misalnya hujan, gempa bumi, gunung meletus)
- Fenomena sosial (misalnya urbanisasi, kemiskinan, globalisasi)
- Fenomena budaya dan ilmu pengetahuan
Teks eksplanasi ditulis secara objektif dan faktual, sehingga penulis tidak memasukkan opini pribadi, melainkan mengandalkan penalaran dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Struktur Teks Eksplanasi yang Harus Dipahami
1. Pernyataan Umum
Bagian pernyataan umum terletak di awal teks. Pada bagian ini, penulis memperkenalkan fenomena yang akan dibahas secara singkat dan jelas. Tujuannya adalah memberikan gambaran awal kepada pembaca mengenai topik yang akan dijelaskan lebih lanjut.
Pernyataan umum biasanya memuat definisi, klasifikasi, atau deskripsi singkat tentang fenomena tersebut tanpa masuk ke detail proses.
2. Deretan Penjelas
Deretan penjelas merupakan bagian inti dari teks eksplanasi. Di sinilah proses terjadinya fenomena dijelaskan secara rinci dan runtut. Penjelasan disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat atau urutan kronologis.
Pada bagian ini, penulis harus memastikan bahwa setiap paragraf saling berkaitan dan mendukung penjelasan utama. Informasi yang disampaikan harus logis, sistematis, dan mudah dipahami.
3. Interpretasi atau Penutup
Interpretasi berfungsi sebagai penutup teks eksplanasi. Bagian ini berisi kesimpulan, rangkuman, atau pandangan umum mengenai fenomena yang telah dijelaskan. Interpretasi tidak bersifat wajib, tetapi sering digunakan untuk mempertegas pemahaman pembaca terhadap keseluruhan isi teks.
Kaidah Kebahasaan dalam Teks Eksplanasi
Penggunaan Istilah Teknis
Teks eksplanasi sering menggunakan istilah teknis atau ilmiah yang berkaitan dengan topik pembahasan. Istilah ini membantu menjelaskan fenomena secara lebih akurat dan spesifik.
Kata Kerja Material dan Relasional
Kata kerja material digunakan untuk menunjukkan proses atau tindakan, seperti terjadi, mengalir, atau mengakibatkan. Sementara itu, kata kerja relasional berfungsi untuk menjelaskan hubungan atau identifikasi, seperti adalah, merupakan, dan menjadi.
Konjungsi Kausalitas dan Kronologis
Penggunaan kata hubung seperti karena, sebab, akibatnya, kemudian, dan selanjutnya sangat penting untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat maupun urutan peristiwa.
Kalimat Pasif dan Objektif
Kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan proses atau peristiwa, bukan pelaku. Hal ini membuat teks eksplanasi terdengar lebih ilmiah dan objektif.
Langkah-Langkah Menulis Teks Eksplanasi
Menentukan Fenomena yang Akan Dijelaskan
Langkah awal adalah memilih fenomena yang relevan, nyata, dan dapat dijelaskan secara logis. Fenomena tersebut sebaiknya dekat dengan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami pembaca.
Mengumpulkan Informasi dan Fakta
Sebelum menulis, penulis perlu mengumpulkan informasi dari sumber tepercaya. Data ini akan membantu menyusun penjelasan yang akurat dan sistematis.
Menyusun Kerangka Teks
Kerangka teks membantu penulis menjaga alur tulisan tetap runtut sesuai struktur teks eksplanasi. Dengan kerangka, risiko melompat-lompat ide dapat dihindari.
Mengembangkan Kerangka Menjadi Paragraf Utuh
Setelah kerangka tersusun, penulis dapat mengembangkannya menjadi paragraf lengkap dengan memperhatikan kaidah kebahasaan dan keterpaduan antarparagraf.
Contoh Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai contoh, ketika menjelaskan fenomena banjir di daerah perkotaan, teks eksplanasi dapat dimulai dengan pernyataan umum tentang banjir sebagai peristiwa meluapnya air ke permukaan daratan. Deretan penjelas kemudian menguraikan penyebab banjir, seperti curah hujan tinggi, sistem drainase buruk, dan berkurangnya daerah resapan air. Interpretasi dapat berupa kesimpulan mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan untuk mencegah banjir.
Contoh ini menunjukkan bahwa teks eksplanasi tidak hanya relevan dalam konteks akademik, tetapi juga berguna untuk memahami masalah nyata di sekitar kita secara rasional.
Kesimpulan Edukatif
Menulis teks eksplanasi membutuhkan pemahaman yang baik terhadap struktur dan kaidah kebahasaan. Dengan mengikuti tahapan penulisan yang sistematis, penulis dapat menghasilkan teks yang runtut, objektif, dan informatif. Kemampuan ini penting untuk melatih pola pikir logis serta meningkatkan keterampilan literasi akademik.
FAQ (People Also Ask)
Bagaimana cara menulis teks eksplanasi?
Menulis teks eksplanasi dimulai dengan memahami tujuan utama teks, yaitu menjelaskan proses atau sebab terjadinya suatu fenomena secara logis. Penulis perlu memastikan bahwa topik yang dipilih dapat dijelaskan berdasarkan fakta dan hubungan sebab-akibat, bukan pendapat pribadi.
Selain itu, proses penulisan harus mengikuti struktur teks eksplanasi secara konsisten. Dengan memulai dari pernyataan umum, dilanjutkan deretan penjelas, dan diakhiri interpretasi, pembaca akan lebih mudah memahami isi teks secara menyeluruh.
Sebutkan langkah-langkah menulis teks eksplanasi!
Langkah menulis teks eksplanasi diawali dengan menentukan fenomena yang akan dibahas. Fenomena tersebut sebaiknya relevan dan memiliki proses yang dapat dijelaskan secara runtut. Setelah itu, penulis perlu mengumpulkan data dan informasi dari sumber tepercaya.
Langkah berikutnya adalah menyusun kerangka teks sesuai struktur eksplanasi. Kerangka ini kemudian dikembangkan menjadi paragraf-paragraf utuh dengan memperhatikan kaidah kebahasaan agar teks menjadi padu dan mudah dipahami.
Penulisan teks eksplanasi dimulai dengan apa?
Penulisan teks eksplanasi dimulai dengan pernyataan umum. Bagian ini berfungsi sebagai pengantar yang menjelaskan gambaran awal tentang fenomena yang akan dibahas tanpa masuk ke detail proses.
Pernyataan umum sangat penting karena menentukan arah pembahasan selanjutnya. Jika bagian ini disusun dengan jelas, pembaca akan memiliki konteks yang kuat untuk memahami penjelasan pada bagian berikutnya.
Apa saja 3 unsur teks eksplanasi?
Tiga unsur utama teks eksplanasi meliputi pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. Ketiga unsur ini saling melengkapi dalam membentuk teks yang utuh dan logis.
Pernyataan umum memberikan pengantar, deretan penjelas menguraikan proses atau sebab-akibat, sedangkan interpretasi berfungsi sebagai penutup yang merangkum keseluruhan penjelasan secara ringkas dan bermakna.
Sumber Referensi Tepercaya
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Buku Bahasa Indonesia Kurikulum Nasional)
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbud)
- Ensiklopedia Pendidikan Nasional